FILOSOFI KEPEMIMPINAN DIBALIK TEMBANG “GUNDUL-GUNDUL PACUL”

Seorang pemimpin harus memiliki motivasi sebelum memotivasi orang lain. Ia tidak dapat memotivasi orang lain jika dia sendiri tak memilikinya. Sikap seorang pemimpin akan berpengaruh langsung terhadap sikap karyawan. Oleh karena itu, pemimpin harus mampu mengendalikan suasana hati dan menunjukkan hanya sikap yang positif dan menghindarkan hal-hal yang bersifat negatif.

 

Sahabat Semesta MASIH ingatkah dengan tembang jawa “GUNDUL-GUNDUL PACUL”?, Tembang ini mengandung filosofi sederhana tapi sangat mulia. Berikut ini lirik lagu tersebut:

 

“ Gundul gundul pacul – cul, gembelengan..

Nyunggi-nyunggi wakul – kul, gembelengan…

Wakul ngglimpang segane dadi sak latar…

 

Tembang ini menurut sejarahnya diciptakan pada tahun 1400-an oleh Kanjeng Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yang dalam dan sangat mulia. Adapun makna filosofi adalah sebagai berikut:

 

GUNDUL

GUNDUL merupakan sebutan yang diberikan pada seseorang yang kepalanya plontos tidak memiliki rambut.

Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang.
Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala.
Maka GUNDUL memiliki makna “KEHORMATAN YANG TANPA MAHKOTA”

 

PACUL

Sedangkan PACUL nama lainnya cangkul yaitu sebuah benda yang terbuat dari lempeng besi segi empat yang biasanya digunakan oleh petani untuk mencangkul sawah dan sebagainya.
PACUL adalah lambang kawula rendah yang kebanyakan adalah kaum petani

Jadi GUNDUL PACUL mengandung makna bahwa “seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah seorang pembawa pacul untuk mencangkul dan mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya”

 

Orang Jawa mengatakan PACUL adalah PAPAT KANG UCUL (empat yang lepas) artinya bahwa  kemuliaan seseorang akan sangat tergantung 4 (empat) hal, yaitu:
bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.

1)        Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat

2)        Telinga digunakan untuk mendengar nasehat

3)        Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan

4)        Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil

Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya

 

 

GEMBELENGAN

GEMBELENGAN artinya: besar kepala, sombong serta suka bermain-main dalam menggunakan kehormatannya (menyalahgunakan kewenangannya).
Banyak pemimpin yang lupa bahwa dirinya sesungguhnya mengemban amanah rakyat. Tetapi dia malah:

1. Menggunakan kekuasaannya sebagai kemuliaan dirinya.

2. Menggunakan kedudukannya untuk berbangga-bangga di antara manusia.

3. Dia menganggap kekuasaan itu karena kepandaiannya.

 

NYUNGGI WAKUL

NYUNGGI WAKUL mengandung makna seseorang yang membawa bakul (tempat nasi) di kepalanya.

Banyak pemimpin yang lupa bahwa dia mengemban amanah penting membawa bakul di kepalanya.

 

WAKUL merupakan simbol kesejahteraan rakyat, kekayaan negara dan sumberdaya, yang di dalamnya berisi PAJAK. Hal ini berarti bahwa kepala yang dia anggap kehormatannya berada di bawah bakul milik rakyat.
Siapa yang lebih tinggi kedudukannya, pembawa bakul atau pemilik bakul? Tentu saja pemilik bakul sedangkan pembawa bakul hanyalah pembantu si pemiliknya.

 

 

WAKUL NGGLIMPANG SEGANE DADI SAK LATAR

Masih banyak pemimpin yang masih gembelengan (melenggak lenggokkan kepala dengan sombong dan bermain-main) akibatnya WAKUL NGGLIMPANG SEGANE DADI SAK LATAR artinya bakul terguling dan nasinya tumpah ke mana-mana.
Jika pemimpin gembelengan, maka sumber daya akan tumpah ke mana-mana. Dia tak terdistribusi dengan baik. Kesenjangan ada dimana-mana. Nasi yang tumpah di tanah tak akan bisa dimakan lagi karena kotor. Maka gagallah tugasnya mengemban amanah rakyat.

 

Semoga kita jadi pribadi yang memiliki integritas sehingga siap menjadi suri tauladan dimanapun kita berada. Semoga dapat menjadi inspirasi…

 

Wallahua’lam (Salam Sukses – Al Fakir)

8 Sifat Pemimpin yang Baik

Apa yang terlintas di benak Anda kala mendengar kata pemimpin? Mungkin ada ratusan definisi berbeda yang keluar dari ratusan orang yang berbeda untuk menjelaskan arti kata pemimpin. Namun, secara umum orang sering menghubungkan antara pemimpin dengan hadirnya tindakan koersif dan manipulasi. Persepsi ini sesungguhnya tidak benar.

 

Menurut William Glasser dalam bukunya, Choice Theory, sesungguhnya di dalam situasi yang paling ekstrem sekalipun, seseorang tidak dapat dipaksa untuk melakukan suatu pekerjaan. Jikalau orang tersebut mau mengerjakan pekerjaan yang dipaksakan itu, biasanya hasil kerjanya tidak memuaskan.

 

Dalam bukunya tersebut, William menyebutkan 8 (delapan) ciri perilaku yang menggambarkan sifat seorang pemimpin yang baik.

 

  1. 1.        Beri teladan tentang arti sukses kepada bawahan

Alasan umum seseorang tidak berusaha keras dalam bekerja adalah karena mereka tidak tahu persis tujuan mereka bekerja. Ketidaktahuan tujuan dan arah sering mematahkan motivasi kerja. Oleh sebab itu, seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa memberi contoh kesuksesan yang bisa diraih para bawahannya.

 

  1. 2.        Beri bawahan Anda peralatan yang mereka butuhkan

Banyak orang mempersepsikan, tugas seorang pemimpin adalah menyelesaikan masalah bawahannya. Namun, sebenarnya itu bukan tugas Anda sebagai atasan. Daripada terus-menerus turun tangan menyelesaikan masalah orang lain, lebih baik berikan bawahan Anda cara dan rambu untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

 

  1. 3.        Jangan sungkan untuk memuji keberhasilan bawahan

Selain kritikan dan masukan, pujian dan apresiasi terhadap hasil kerja bawahan juga dapat menjadi motivasi produktivitas dan membangun kepercayaan diri bawahan untuk lebih sukses lagi.

 

  1. 4.        Berikan ruang untuk kesalahan

Sesungguhnya kesalahan adalah guru terbaik bagi pembelajaran, maka berilah toleransi bagi kesalahan yang dilakukan bawahan. Terkadang kesalahan yang dilakukan bawahan bukan karena ia tidak becus dalam bekerja, akan tetapi karena ketidaktahuannya akan suatu hal.

 

  1. 5.        Delegasikan tugas tanpa banyak turut campur

Pemimpin yang baik adalah seorang yang mampu mempercayakan tugas secara penuh kepada bawahannya. Biarkan bawahan mengatasi kendala pekerjaannya sendiri, namun disisi lain pastikan bahwa diri Anda selalu ada dan siap untuk membantu saat bawahan  membutuhkan Anda.

 

  1. 6.        Lebih baik bertanya daripada memberi nasihat

Seringkali bawahan Anda tahu lebih banyak daripada yang Anda pikir. Tanyakan pendapat mereka tentang masalah-masalah yang sedang mereka hadapi di kantor. Dengan demikian, Anda membantu mereka menyimpulkan sendiri jalan keluar terbaik dari masalah tersebut. Hindari memberi nasihat, karena akan terkesan menggurui.

 

  1. 7.        Bersikaplah ramah dan sopan

Aturan mainnya sungguh sederhana, jangan berharap orang lain bersikap ramah dan sopan kepada Anda jika Anda sendiri tidak ramah terhadap orang lain. Seorang pemimpin yang baik tak perlu menjadi galak untuk bisa tegas dan efektif memanajeri bawahannya. Dengan bersikap ramah, Anda akan selalu bisa melihat sisi positif dari setiap karyawan Anda dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik lagi.

 

  1. 8.        Tak kenal maka tak sayang

Kepemimpinan erat terkait dengan hubungan antar manusia. Saat bawahan percaya bahwa Anda tulus peduli dengan mereka, mereka akan berusaha lebih baik dalam bekerja. Kenali lebih dekat bawahan Anda, dengarkan cerita dan keluh kesahnya. Pada akhirnya, kualitas kepemimpinan seseorang dapat dilihat dari kualitas hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya.

 

Itulah 8 (delapan) sikap kepemimpinan yang baik yang perlu dipahami bagi seorang pemimpin. Apakah hanya itu ??? Apa tidak bisa cara lain ??? Masih banyak cara-cara lain yang bisa dilakukan seorang pemimpin dalam mengarahkan dan menahkodai sebuah perusahaan yang tentunya berdasarkan pengetahuan dan seni setiap pemimpin. Semoga 8 sikap tersebut bisa menjadi referensi bagi seorang pemimpin. (alex)

 

8 Sifat Pemimpin yang Baik

Apa yang terlintas di benak Anda kala mendengar kata pemimpin? Mungkin ada ratusan definisi berbeda yang keluar dari ratusan orang yang berbeda untuk menjelaskan arti kata pemimpin. Namun, secara umum orang sering menghubungkan antara pemimpin dengan hadirnya tindakan koersif dan manipulasi. Persepsi ini sesungguhnya tidak benar.

 

Menurut William Glasser dalam bukunya, Choice Theory, sesungguhnya di dalam situasi yang paling ekstrem sekalipun, seseorang tidak dapat dipaksa untuk melakukan suatu pekerjaan. Jikalau orang tersebut mau mengerjakan pekerjaan yang dipaksakan itu, biasanya hasil kerjanya tidak memuaskan.

 

Dalam bukunya tersebut, William menyebutkan 8 (delapan) ciri perilaku yang menggambarkan sifat seorang pemimpin yang baik.

 

  1. 1.        Beri teladan tentang arti sukses kepada bawahan

Alasan umum seseorang tidak berusaha keras dalam bekerja adalah karena mereka tidak tahu persis tujuan mereka bekerja. Ketidaktahuan tujuan dan arah sering mematahkan motivasi kerja. Oleh sebab itu, seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa memberi contoh kesuksesan yang bisa diraih para bawahannya.

 

  1. 2.        Beri bawahan Anda peralatan yang mereka butuhkan

Banyak orang mempersepsikan, tugas seorang pemimpin adalah menyelesaikan masalah bawahannya. Namun, sebenarnya itu bukan tugas Anda sebagai atasan. Daripada terus-menerus turun tangan menyelesaikan masalah orang lain, lebih baik berikan bawahan Anda cara dan rambu untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

 

  1. 3.        Jangan sungkan untuk memuji keberhasilan bawahan

Selain kritikan dan masukan, pujian dan apresiasi terhadap hasil kerja bawahan juga dapat menjadi motivasi produktivitas dan membangun kepercayaan diri bawahan untuk lebih sukses lagi.

 

  1. 4.        Berikan ruang untuk kesalahan

Sesungguhnya kesalahan adalah guru terbaik bagi pembelajaran, maka berilah toleransi bagi kesalahan yang dilakukan bawahan. Terkadang kesalahan yang dilakukan bawahan bukan karena ia tidak becus dalam bekerja, akan tetapi karena ketidaktahuannya akan suatu hal.

 

  1. 5.        Delegasikan tugas tanpa banyak turut campur

Pemimpin yang baik adalah seorang yang mampu mempercayakan tugas secara penuh kepada bawahannya. Biarkan bawahan mengatasi kendala pekerjaannya sendiri, namun disisi lain pastikan bahwa diri Anda selalu ada dan siap untuk membantu saat bawahan  membutuhkan Anda.

 

  1. 6.        Lebih baik bertanya daripada memberi nasihat

Seringkali bawahan Anda tahu lebih banyak daripada yang Anda pikir. Tanyakan pendapat mereka tentang masalah-masalah yang sedang mereka hadapi di kantor. Dengan demikian, Anda membantu mereka menyimpulkan sendiri jalan keluar terbaik dari masalah tersebut. Hindari memberi nasihat, karena akan terkesan menggurui.

 

  1. 7.        Bersikaplah ramah dan sopan

Aturan mainnya sungguh sederhana, jangan berharap orang lain bersikap ramah dan sopan kepada Anda jika Anda sendiri tidak ramah terhadap orang lain. Seorang pemimpin yang baik tak perlu menjadi galak untuk bisa tegas dan efektif memanajeri bawahannya. Dengan bersikap ramah, Anda akan selalu bisa melihat sisi positif dari setiap karyawan Anda dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik lagi.

  1. 8.        Tak kenal maka tak sayang

Kepemimpinan erat terkait dengan hubungan antar manusia. Saat bawahan percaya bahwa Anda tulus peduli dengan mereka, mereka akan berusaha lebih baik dalam bekerja. Kenali lebih dekat bawahan Anda, dengarkan cerita dan keluh kesahnya. Pada akhirnya, kualitas kepemimpinan seseorang dapat dilihat dari kualitas hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya.

Itulah 8 (delapan) sikap kepemimpinan yang baik yang perlu dipahami bagi seorang pemimpin. Apakah hanya itu ??? Apa tidak bisa cara lain ??? Masih banyak cara-cara lain yang bisa dilakukan seorang pemimpin dalam mengarahkan dan menahkodai sebuah perusahaan yang tentunya berdasarkan pengetahuan dan seni setiap pemimpin. Semoga 8 sikap tersebut bisa menjadi referensi bagi seorang pemimpin. (alex)

Tips Cerdas Menghadapi Staf (Bawahan) Yang Sulit …!!!

Memimpin manusia itu berbeda dengan menggembalakan domba. Anda cukup menggiring mereka ke padang rumput yang subur, lalu membawanya pulang ke kandang setelah mereka kenyang. Manusia, setiap individunya mempunyai kehendak yang berbeda-beda. Bukan sekedar perut belaka bahkan diantara mereka ada yang menginginkan kursi kita. Maka tentu pendekatannya jauh berbeda.

 

Saya dulu pernah menjadi penggembala domba. Saya juga pernah dan sedang mengemban amanah untuk memimpin manusia. Kedua pengalaman nyata itu membuat saya semakin sadar bahwa manusia bukanlah domba. Manusia adalah mahluk yang setara dengan kita. Makanya, mereka menuntut perlakuan yang bermartabat dan rasa hormat dari atasannya. Saat martabat dan rasa hormat itu mereka dapat, maka mereka tidak lagi berselera untuk menjadi bawahan yang sulit.

 

Orang-orang yang sulit biasa disebut sebagai difficult people. Bagi seorang atasan, menangani bawahan yang sulit merupakan sebuah tantangan tersendiri. Hal ini bukan hanya bisa meruntuhkan wibawanya, tetapi sangat melelahkan hati. Merusak reputasi, dan membikin frustrasi.

 

Dalam banyak kasus, orang yang dikira sulit itu tidak selalu benar-benar sulit. Melainkan atasannya yang belum tahu bagaimana cara membina dan mengarahkannya. Begitu menerapkan cara memimpin yang tepat, mereka ’berubah’ menjadi orang-orang yang sangat koperatif.

 

Apakah Anda memiliki bawahan yang sulit? Ataukah justru Anda adalah bawahan yang sulit bagi atasan Anda?

 

Kebanyakan orang kegirangan ketika mendapatkan promosi jabatan. Tak jarang yang kemudian ’makan hati’ saat menjalani hari-hari sulit dalam memimpin orang. Bahkan tidak sedikit yang menutupi ketidakmampuannya dalam memimpin orang lain dengan memberi label bawahannya sebagai orang sulit.

 

Secara objektif, memang ada orang-orang yang sangat sulit diatur hingga tidak segan untuk melakukan pembangkangan. Mereka pada dasarnya orang-orang yang tidak mau menerima kepemimpinan atasannya. Namun secara sukyektif, tidak jarang juga ’kesulitan’ itu ditimbulkan oleh ketidakmampuan atasan untuk menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan sifat dan karakter bawahan.

 

Situasi serupa ini bisa terjadi di perusahaan apapun dan dialami oleh pemimpin yang manapun. Maka sebagai seorang pemimpin, perlu mengetahui dan memulai dengan mempraktekkan 5 prinsip Natural Intellligence (NatIn) berikut ini:

 

1)        Perlihatkan kematangan

Salah satu alasan klasik orang-orang sulit adalah menilai atasannya sebagai orang yang tidak layak memimpin mereka. Apakah karena mereka merasa lebih senior, atau lebih berpengalaman, atau sekedar merasa lebih berhak mendapatkan jabatan itu. Makanya kalimat favorit mereka berbunyi; ”Kamu kira kamu itu siapa?”

 

Cara terbaik menghadapi mereka adalah dengan memperlihatkan kematangan kita. Usia, masa kerja dan pengalaman kita boleh saja tidak lebih banyak dari mereka. Namun, kepemimpinan bukanlah semata-mata ditentukan oleh hal-hal semacam itu. Ironisnya, banyak atasan yang menghadapi tantangan seperti ini dengan menggunakan kekuatan jabatan alias position power dengan prinsip “Saya atasan Kamu… suka atau tidak suka, kamu harus sama perintah saya!”

 

Efektifkah cara ini? bisa ya, bisa tidak. Tetapi saya memiliki keyakinan dan pengalaman bahwa kekuatan jabatan itu bisa tidak selalu diandalkan. Malah sebaliknya bisa semakin menimbulkan penolakan orang-orang yang sulit. Beda dengan “kematangan”. Cukup banyak bukti yang menunjukkan bahwa bawahan yang awalnya sulit dan menyepelekan atasannya, kemudian berubah menjadi respek kepadanya. Hal ini sebagai bukti bahwa kematangan seseorang dalam memimpin mempunyai dampak langsung kepada rasa hormat anak buahnya.

 

2)        Tunjukkan rasa hormat

Setiap orang berhak untuk menunjukkan ekspresinya termasuk perasaannya terhadap pemimpinnya. Anda tidak akan pernah bisa memaksa seseorang menyukai Anda. Mengapa? Karena perasaan suka dan penghormatan adalah bagian yang tidak bisa diintervensi oleh orang lain.

 

Bukankah Anda juga tidak dapat menghormati orang-orang yang menurut pendapat Anda layak dihormati? Masalahnya, banyak atasan yang karena kedudukannya merasa dirinya layak dihormati. Padahal, bukan hanya atasan yang layak mendapatkan penghormatan tetapi bawahan juga memiliki hak yang sama. Maka gagasannya adalah; bagaimana antara atasan dan bawahan bisa ‘saling menghormati’.

 

Siapa yang harus terlebih dahulu menunjukkan rasa hormat itu jika demikian? “KITA”. Apalagi jika posisi Anda lebih tinggi dari mereka. Maka Anda perlu memberi keteladan dengan terlebih dahulu memberi rasa hormat kepada bawahan. Contohnya seperti memanggil bawahan dengan sebutan “Bapak/Ibu…” bukan dengan namanya dan sebagainya, meskipun dia saudara ataupun teman kita sebelumnya.

 

Apakah ini tidak memancing mereka merasa diatas angin lalu lebih melecehkan? Tentu tidak, karena tidak ada seorang pun bisa melecehkan orang yang memiliki kematangan dan rasa hormat. Pada akhirnya, mereka akan menyadari jika sikap hormat Anda kepada mereka layak dibalas dengan penghormatan yang sama.

 

3)        Berikan penyadaran

Banyak sekali bawahan yang lupa bahwa sikap sulitnya hanya akan membuat pekerjaan dan karir mereka semakin sulit. Mereka sering keliru mengira bahwa kalau bisa melawan atasan berarti mereka adalah orang-orang yang kuat. Dalam banyak kasus, hal itu berhasil juga. Cukup banyak atasan yang frustrasi karena bawahannya sehingga kepemimpinannya tidak efektif.

 

Dampaknya, team yang dipimpinnya tidak menghasilkan kinerja baik. Walhasil, akhir tahun semuanya mendapatkan penilaian yang buruk. Bawahan yang sulit sering mengira bahwa dia sudah merasa menang. Padahal dalam situasi seperti itu, semua orang adalah pecundang. Atasannya loose, mereka sendiri juga loose. Makanya, sebagai atasan Anda perlu memberi penyadaran kepada bawahan yang sulit bahwa sikap buruknya hanya akan merugikan diri mereka sendiri.

 

Sebagai atasan, Anda memiliki kewajiban untuk memberi penyadaran ini. Dan mereka berhak untuk mendapatkannya. Anda juga memiliki kewenangan untuk menilai. Maka jika mereka ingin mendapatkan penilaian yang baik, mereka harus memperlihatkan sikap dan kinerja yang baik. Jika mereka ngotot bertindak sulit, maka itu pilihannya sendiri. Jika sadar soal ini, Anda tidak akan ikut terpuruk. Sebab dari awal Anda tahu harus melakukan apa.

 

4)        Tegakkan kedisiplinan

Sikap dan perilaku seseorang sepenuhnya menjadi pilihan dia sendiri. Anda hanya bisa melatihnya, membimbingnya, dan terus menerus mengingatkannya. Namun, Anda tidak bisa memaksanya. Tapi tidak demikian dengan kedisiplinan. Itu adalah hak mutlak sebuah perusahaan atau lembaga sedangkan karyawan wajib  mematuhinya.

 

Oleh sebab itu, meski Anda wajib memberi ruang kepada bawahan untuk menentukan sikapnya sendiri, namun soal kedisiplinan tidak ada tawar menawar lagi. Ini bukan soal EGO Anda, melainkan tanggungjawab Anda dan mereka sendiri sebagai seorang profesional. Anda tidak bisa menghukum seseorang hanya karena tidak mau bersikap ramah kepada Anda. Namun Anda bisa menjatuhkan sanksi kepada bawahan yang tidak disiplin.

 

Dan soal kewenangan itu, merupakan bagian dari paket amanah kepemimpinan yang Anda emban. Jika bawahan Anda tidak disiplin, perusahaan akan meminta Anda pertanggungjawaban. Maka dari awal kepemimpinan, Anda harus mempunyai kesepakatan soal penegakan kedisiplinan.

 

Soal menegakkan kedisiplinan ini bukanlah jalan satu arah. Artinya, Anda sendiri harus disiplin. Jika Anda sendiri tidak disiplin, wajar kalau anak buah Anda semakin melecehkan. Dan ketidakdisiplinan Anda itu menunjukkan bahwa Anda memang tidak layak menjadi pemimpin. Menegakkan kedisiplinan berarti menjadikan diri sendiri dan orang-orang yang Anda pimpin sama-sama berdisiplin.

 

 

 

5)        Tunjukkan keadilan

Guru kehidupan saya mengatakan bahwa diantara orang-orang yang paling disayang oleh Tuhan dihari perhitungan amal adalah pemimpin yang adil. Bukan pemimpin yang salesnya paling tinggi atau yang bonusnya paling banyak. Mengapa? Karena keadilan itu bukan soal yang gampang untuk diterapkan.

 

Jika Anda merasa bawahan Anda tidak sopan, hati Anda berbisik ’tahu rasa kamu nanti ya!’. Padahal boleh jadi kinerjanya justru paling baik. Namun karena Anda lebih suka pada bawahan yang ABS maka penilaian Anda tetap buruk. Penilaian juga dipengaruhi banyak faktor subyektif lainnya. Bahkan ada juga pemimpin yang mengancam bawahan untuk melakukan hal-hal yang tidak relevan dengan pekerjaan. Jika tidak? “Hmmh, tahu sendiri akibatnya…!’.

 

Jabatan tinggi itu dekat sekali dengan penindasan dan kesewenang-wenangan. Keadilan Anda itu menimbulkan rasa hormat bawahan. Termasuk orang-orang yang Anda anggap paling sulit. Maka sikap adil, sangat dihargai oleh bumi dan dijunjung tinggi oleh langit. Secara pribadi, Anda boleh tidak suka atau tidak cocok dengan bawahan Anda. Namun soal keadilan, Anda tidak memiliki hak untuk mempermainkannya. Mengapa? Karena keadilan adalah amanah yang dititipkan Tuhan kepada setiap orang yang menyandang gelar sebagai pemimpin.

 

Demikian pengetahuan dan pengalaman saya dalam memimpin manusia bukan domba. Banyak suka dan duka dalam mengemban amanah ini, karena setiap bawahan memiliki harapan dan keinginan yang berbeda-beda yang tidak mungkin dapat kita penuhi semua. Yang terpenting dan perlu diingat dalam kepemimpinan dan manajemen adalah keduanya bukan hanya sebuah ilmu (knowledge) tapi juga sebuah seni (art).

Oleh sebab itu hadapi segala tugas dan tanggungjawab dengan penuh amanah, mengingat semakin banyak dan berat permasalahan yang dihadapai oleh seorang pemimpin maka akan semakin matang dan dewasa dalam berpikir, bersikap dan berperilaku. Tolok ukur keberhasilan seorang pemimpin adalah “MENYELESAIKAN MASALAH”, jadi jangan alergi dengan masalah karena masalah ibarat sahabat bagi seorang pemimpin. So…Bersyukurlah bagi Anda yang oleh Allah SWT diberikan kesempatan untuk menjadi KHALIFAH di muka bumi ini, semoga kesuksesan selalu bersama kita.  (alex)

PERAN DAN FUNGSI DASAWISMA DALAM PROGRAM KESEHATAN

Latar Belakang

DIGITAL CAMERA
Dasa wisma adalah kelompok ibu berasal dari 10-20 rumah yang bertetangga. Kegiatannya diarahkan pada peningkatan kesehatan keluarga. Bentuk kegiatannya seperti arisan, pembuatan jamban, sumur, kembangkan dana sehat (PMT, pengobatan ringan, membangun sarana sampah dan kotoran).
Kerangka pikir pertama adalah bahwa Desa Siaga akan dapat terwujud apabila manajemen dalam pelaksanaan pengembangannya diselenggarakan secara paripurna oleh berbagai pihak (unit-unit kesehatan dan pemangku kepentingan lain yang terkait).
Hasil pemantauan oleh masyarakat diinformasikan kepada petugas kesehatan atau unit yang bertanggung jawab untuk dapatnya diambil tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien. Kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat merupakan kegiatan dalam rangka kewaspadaan dini terhadap ancaman muncul atau berkembangnya penyakit/masalah kesehatan yang disebabkan antara lain oleh status gizi, kondisi lingkungan dan prilaku masyarakat.
Secara umum tujuan dari kegiatan tersebut yang berbasis masyarakat adalah terciptanya sistem kewaspadaan dan kesiapsiagaan dini di masya¬rakat terhadap kemungkinan terjadinya penyakit dan masalah-ma¬salah kesehatan yang akan mengancam dan merugikan masyarakat yang bersangkutan.
A. PENGERTIAN
Kelompok Dasa Wisma adalah kelompok yang terdiri dari 10 – 20 kepala keluarga (KK) dalam satu RT. Setelah terbentuk kelompok, maka diangkatlah satu orang yang memiliki tanggung jawab sebagai ketua. Tujuan kelompok Dasa Wisma ini adalah membantu kelancaran tugas-tugas pokok dan program PKK kelurahan.
Dasa Wisma sebagai salah satu wadah kegiatan masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan program-program kegiatan gerakan PKK di tingkat desa,yang nantinya akan berpengaruh pula pada kegiatan gerakan PKK di tingkat Kecamatan dan Kabupaten.
Dasa wisma merupakan suatu kelompok persepuluhan dari suatu masyarakat yang nantinya akan berperan aktif dalam melancarkan program program yang sudah direncanakan oleh masyarakat. Kegiatannya diarahkan pada peningkatan kesehatan keluarga. Bentuk kegiatannya seperti arisan, pembuatan jamban, sumur, kembangkan dana sehat (PMT, pengobatan ringan, membangun sarana sampah dan kotoran)
Peran serta masyarakat akan diperluas sampai ketingkat keluarga dengan sepuluh keluarga sebagai satuan untuk pembinaan dalam bidang kesehatan secara swadaya.
Salah seorang dari anggota keluarga persepuluhan untuk dipilih oleh mereka sendiri dan dijadikan pimpinan dan pembina atau penghubung. Tujuan pengamatan dan pemantauan oleh masyarakat, agar tercipta sistem kewaspadaan dan kesiap-siagaan dini masyarakat terhadap kemungkinan terjadinya penyakit dan masalah kesehatan, bencana, dan kegawatdaruratan, yang akan mengancam dan merugikan masyarakat sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan secara efektif dan efisien.
Bidan yang di tempatkan di desa akan membina pemimpin kelompok persepuluhan tersebut secara berkala dan menerima rujukan masalah kesehatan dari para anggota persepuluh tersebut dalam wilayah kerjanya.

Masalah kesehatan dari Anggota Dasawisma
Beberapa masalah kesehatan yang menjadi jangkauan kerja dari anggota dasawisma sebagai berikut :
1. Usaha perbaikan gizi keluarga.
2. Masalah pertumbuhan anak.
3. Makanan sehat bagi keluarga.
4. Masalah kebersihan lingkungan.
5. Masalah bencana dan kegawatdaruratan kesehatan termasuk resikonya.
6. Masalah kesehatan ibu, bayi dan balita.
7. Masalah penyakit

Ø Contoh Program kerja Dasawisma

DIGITAL CAMERA

Masalah : Usaha perbaikan gizi keluarga yang merupakan usaha perbaikan gizi seluruh anggota keluarga.
Pelaksana : usaha perbaikan gizi keluarga dilaksanakan oleh anggota dasawisma bersama masyarakat dengan bimbingan petugas kesehatan dan kerja sama dengan kader masyarakat.
Tujuan Kegiatan :
– Untuk mencapai keluarga yang sehat dan mendapat gizi sesuai kebutuhan.
– Masyarakat ikut serta dalam kegiatan .
– Menjelaskan tentang perilaku yang mendukung perbaikan gizi.
– Mencakup semua anggota keluarga baik bumil, bayi, balita dan anggota keluarga lainnya.

B. PERAN DASAWISMA
Salah satuorganisasi yang telah ada dan diakui manfaatnya bagi masyarakat, terutama dalam upaya meningkatkan keberdayaan dan kesejahteraan keluarga adalah gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Selain ekonomi atau pendapatan keluarga, yang tak kalah penting diberdayakan dalam PKK adalah peningkatan kesehatan dan spritual.
Disini yang paling berperan adalah dasawisma, yakni unit terkecil kelompok PKK yang terdiridari 10 anggota rumah tangga. Dari 10 anggota itu, ada seorang penanggung jawab untuk memantau kondisi rumah tangga yang lain. Prinsip dasawisma adalah pengawasan dan pemberdayaan hingga kemasyarakat bawah dan menyentuh unit masyarakat terkecil, yakni keluarga.
Peran PKK diharapkan dapat menggugah masyarakat agar termotivasi untuk selalu dinamis, maumengubah keadaan kepada yang lebih maju lagi. Seperti dalam hal upaya peningkatan kesejahteraan keluarga. PKK bukanlah tempat arisan dan pengajian saja, tetapi merupakan wadah bagi pemberdayaan masyarakat. Kalau arisan dan pengajian, setiap perkumpulan beberapa orang bisa saja dilakukan. Tapi PKK lebih dari itu, merupakan wadah pemberdayaan.
Dasawisma sebagai kelompok terkecil dari kelompok-kelompok PKK memiliki peran strategis mewujudkan keluarga sejahtera. Untuk itu, di harapkan agar Dasawisma menjadi ujung tombak pelaksanaan 10 program pokok PKK dan program pemerintah karena sebagai mitra.
Selain itu, melalui dasawisma tersebut diharapkan dapat memantau sekaligus mengantisipasi muncul serta berkembangkan penyakit yang belakangan menghebohkan, dan banyak menimpa anak-anak seperti demam berdarah.
Banyak hal yang dapat dilakukan melalui dasawisma seperti melaksanakan kegiatan kerjabakti, mengadakan lomba mengambil jentiknya sehingga dapat mengantisipasi munculnya penyakit demam berdarah. Selainitu, terutama dalam hal administrasi, dengan mengupdate data di setiap kepala keluarga, usaha perbaikan gizi keluarga dan keluarga berencana (KB). Dengan begitu Keberadaan dasawisma akan mempermudah koordinasi dan jaringan, sehingga program-program PKK maupun yang melibatkan PKK dapat berjalan tepatsasaran.
Pengetahuan dan keterampilan mutlak dimiliki bagi kader PKK, untuk memajukan serta meningkatkan mutu dan kemampuan organisasi. Karena, kesejahteraan bangsa dimulai dari kesejahteraan keluarga yang merupakan salah satu sasaran pembangunan. Juga mengingatkan semua yang tergabung dalam wadah organisasi PKK harus lebih mampu untuk berperan di masyarakat, baik sebagai motivator, komunikator, dinamisator pembangunan dan sebagainya yang mampu menyerap segala aspirasi yang tumbuh di masyarakat untuk membuktikan manfaat dan keberadaan PKK itu sendiri secara nyata.

SERANGGA TOMCAT MASUK KE LINGKUNGAN PUSKESMAS JRENGIK

brt992217821

Jrengik – (Selasa (03/04/2012) Akibat musim panen padi, membuat perkembangbiakan serangga tomcat menjadi-jadi. Tak hanya di rumah warga, tomcat juga menyerang keluarga pasien yang dirawat di UPTD Puskesmas Jrengik, Sampang.

Dari pantauan di lapangan, lima orang dari keluarga pasien yang sedang menjalani rawat inap (MRS) di UPTD Puskesmas Jrengik, menjadi sasaran serangga tomcat. Mereka rata-rata mengalami luka kulit melepuh, panas dan kemerahan pada bagian anggota tubuh yang tidak tertutupi, seperti leher dan wajah. Hal ini dikarenakan, ribuan tomcat terlihat bersarang di sudut-sudut dinding dan atap gedung puskesmas.

Salah satunya Hamdani (33), keluarga pasien asal Kecamatan Jrengik. “Saya sebenarnya tidak menyangka mas, masak puskesmas jadi sarang tomcat, tapi ya begini ini, sudah sakit malah ditambahi penyakit,” keluhnya.

Menurut petugas puskesmas, bersarangnya tomcat di puskesmas, akibat musim panen padi yang saat ini sedang berlangsung, sehingga serangga tomcat berkeliaran secara liar untuk menemukan tempat sebagai sebagai pengganti habitat yang hilang. “Mungkin mereka ini mencari tempat lain, soalnya sekarang masa panen padi,” terang Eko.

iik

Sementara akibat bersarangnya ribuan tomcat di puskesmas tersebut, Abdul Cholik, Kepala UPTD Puskesmas Jrengik, kini berupaya membasminya dengan alat seadanya. “Untuk sementara kami berupaya membasmi tomcat ini dengan obat semprot serangga (Baygon), sedangkan keluarga pasien yang terkena kontak dengan tomcat kita obati dengan zalf dexamethasone dan obat oral lainnya,” kata Cholik.

Kendati demikian, pihak puskesmas maupun keluarga pasien berharap Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan Sampang bisa segera menanggulangi penyebaran tomcat ini, agar tidak memakan korban lebih banyak lagi. (Alex)

UPTD PUSKESMAS JRENGIK BENTUK FORUM KOMUNIKASI MASYARAKAT JRENGIK PEDULI KESEHATAN (FKM-JPK)

SAM_0408

JRENGIK – UPTD Puskesmas Jrengik terus melakukan upaya dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat khususnya tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM dalam pembangunan kesehatan khususnya di Kecamatan Jrengik. Salah satunya yaitu dengan membentuk Forum Komunikasi Masyarakat Jrengik Peduli Kesehatan (FKM-JPK) yang merupakan suatu wadah kelembagaan seluruh elemen masyarakat yang ada di Kecamatan Jrengik tokoh. Adapun peran dan fungsi forum ini adalah sebagai mitra kerja dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan di wilayah kerja puskesmas.

Kepala UPTD Puskesmas Jrengik H. Abdul Cholik, SKM, M.Kes menjelaskan bahwa forum peduli kesehatan tersebut di bentuk sebagai saluran aspirasi masyarakat serta upaya meningkatkan kepedulian dan keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan kesehatan di wilayahnya.  Sehingga segala permasalahan kesehatan baik yang dihadapi oleh masyarakat maupun puskesmas dapat diselesaikan dengan baik melalui musyawarah.

Dikatakan Cholik rekomendasi dan tindak lanjut dari pembentukan forum peduli kesehatan ini adalah penyusunan pengurus dan agenda kerja agar segala permasalahan dan harapan kedepan dapat segera dilaksanakan. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang dr. Firman Pria Abadi, camat Jrengik serta beberapa tokoh masyarakat, wartawan dan LSM. (Alex)